Login Anggota

Online

Kami memiliki 1 Tamu online

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini81
mod_vvisit_counterKemarin229
mod_vvisit_counterMinggu ini696
mod_vvisit_counterBulan ini1540
mod_vvisit_counterTotal105036
Ketua KPU:Data Lama,Klaim Panwaslu Kabupaten Soal DPT PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
Ditulis oleh Media Center   
Jumat, 03 Juli 2009 11:06

Kota Mungkid,kpukabmagelang.com_ Ketua KPU Kabupaten Magelang, Ahmad Majidun kembali menegaskan tidak ada nama ganda , anggota TNI/Polri,maupun pemilih meninggal dunia dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilu presiden 2009 di Kabupaten Magelang.

Klaim Ketua Panwaslu Kabupaten Magelang , Afifudin, di sejumlah media cetak lokal dan nasional bahwa ada 201 meninggal, 22 nama ganda serta 15 anggota TNI/Polri masuk DPT, sama sekali tidak benar”, kata Ahmad Majidun.

KPU Kabupaten Magelang sudah membersihkan baik itu nama ganda, pemilih yang telah meninggal dunia, dan pemilih yang diketahui sebagai anggota TNI/Polri dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) jauh-jauh hari, tepatnya pada 30 Mei 2009 lalu, sebelum diumumkan dalam DPT secara nasional oleh KPU Pusat.

Dia juga mengungkapkan, setelah diklarifikasi dengan Panitia Pengawas Pemilu (PPL), ternyata data itu merupakan hasil pemantauan DPS bukan pemantauan DPT.

Hal ini dipertegas dalam surat klarifikasi yang dikirimkan kepada KPU Kabupaten Magelang, tertanggal 2 Juli 2009 oleh ketua Panwascam, diantaranya dari Salaman, Dukun, dan Windusari.

PPL dari Windusari menyatakan sama sekali tidak pernah memberikan data-data seperti yang dilansir beberapa media cetak lokal dan nasional edisi (2/7) lalu.

PPL Desa Ketunggeng Kecamatan Salaman, Dulkaris, dalam surat pernyataannya menyampaikan permohonan maaf atas kekhilafannya . Laporan bahwa ada anggota TNI masuk DPT itu tidak benar, karena saat itu belum melakukan pengecekan kepada perangkat desa setempat secara langsung.

Sementara isi klarifikasi dari Panwascam Dukun , secara tegas menyebutkan bahwa setelah diteliti, data sebagaiama disebutkan itu tidak benar dan dengan itu laporan dimaksud dicabut.

Ketiga surat klarifikasi diatas dtanda tangani oleh ketua panwascam masing-masing.

Jadi Prinsipnya, semua itu merupakan data lama dan oleh KPU sudah diperbaiki dan diselesaikan.Bahkan hingga saat inipun KPU sudah menghimbau kepada seluruh PPS untuk senantiasa mencermati setiap perkembangan . Jika ada pemilih yang meninggal dunia , diharapkan langsung dicoret. Itu merupakan proses pemeliharaan data DPT”,tandas Ahmad Majidun kembali.

Sebagaimana diketahui , Afifudin , Ketua Panwaslu Kabupaten Magelang kepada wartawan mengklaim telah menemukan 201 orang meninggal dunia masih tercantum dalam DPT, yang tersebar di Kecamatan Mertoyudan,Mungkid, Ngluwar, salam, Dukun dan Secang, sementara 22 nama ganda terdapat di Kecamatan Secang dan dan Salam.

Sedangkan 15 anggota TNI/Polri yang diklaim masuk DPT, tersebar di Kecamatan Windusari, Salam, Dukun, Tempuran dan Secang.(***)