Login Anggota

Online

Kami memiliki 4 Tamu online

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini178
mod_vvisit_counterKemarin807
mod_vvisit_counterMinggu ini1815
mod_vvisit_counterBulan ini5302
mod_vvisit_counterTotal41912


Semua Warga Didata, Meski Bukan Warga Kab.Magelang PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Media Center   
Senin, 04 Mei 2009 16:10

Kota Mungkid,kpukabmagelang.com_ Kepala Bidang Kependudukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Magelang , Bambang Tumijo, mengatakan untuk pemutakhiran data pemilih pemilihan presiden di Kabupaten Magelang semua warga akan didata, mekipun itu bukan warga Kabupaten Magelang.

Namun warga yang bersangkutan harus memberikan surat pernyataan akan memberikan hak suaranya di salah satu TPS di Wilayah Kabupaten Magelang, dan memberitahukan ke daerah asalnya, agar didaerah asalnya tidak tercatat lagi sebagai pemilih”, Tandas Bambang pada saaat memberikan pengarahan kepada 372 Sekretaris Desa (Sekdes) dalam forum Rakor bersama pemkab dalam rangka proses pemutakhiran data pemilih pemilihan presiden, di Pendopo KPU, Senin (4/5).

Bambang juga menambahkan sesuai dengan instruksi Mendagri, Petugas Pemutakhiran Data Pemilih(PPDP) agar benar-benar teliti dalam bekerja sehingga tidak terjadi lagi kasus warga yang telah mempunyai hak pilih tidak terdaftar sebagai pemilih, sebagaimana terjadi dalam pemilihan legislatif 9 April lalu.

Pada kesempatan itu, Bambang juga menyampaikan kepada sekdes yang hadir agar memberitahu PPDP untuk tidak mengisi kolom Nomor Induk Kependudukan (NIK) , terutama untuk warga yang belum memiliki NIK. “Kewenangan untuk mengisikan NIK ada pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, karena sudah ada aturannya sendiri, tidak sembarang mengisikan angka NIK”,Katanya.

Dalam forum yang sama, Kasubag Pemerintahan Umum Setkab Magelang, Mashadi, mengatakan keterlibatan pemkab dalam proses pemutakhiran data pemilih pemilihan presiden ini dalam rangka mengurangi atau meminimalissasi kesalahan input data , terutama bagi warga yang belum terdaftar atau pun pemilih yang dua kali terdaftar sebagai pemilih atau biasa disebut pemilih ganda .

Hal ini terutama sering terjadi pada proses pemilahan pemilih sesuai jumlah TPS , karena untuk TPS pemilihan presiden tidak menggunakan TPS pada pemilihan legislatif kemarin.Untuk pemilihan presiden sejumlah TPS sudah pasti akan diregrouping, sehingga membagi jumlah pemilih menjadi persoalan baru lagi di sejumlah PPS.

Bagi petugas yang sudah mahir komputer memang untuk memilah pemilih per TPS cukup copy paste, namun bila ada petugas yang belum menguasai komputer dan terpaksa dibawa ke rental komputer sering memunculkan banyak masalah, karena pengolah datanya menghidden beberapa data pemilih sehingga muncullah kasus pemilih ganda.”, kata Mashadi.

Mashadi juga meminta kepada para sekdes untuk membantu para PPDP dan PPS, sehingga dalam waktu enam hari kedepan proses pemutakhiran DPS pilpres segera selesai, karena tanggal 11 Mei sudah harus ditempelkan di tempat-tempat umum yang dapat dibaca masyarakat, sehingga masyarakat dapat mencermatinya kemudian memberikan masukan kepada PPS bila masih ada warga yang tercecer tidak tercatat dalam DPS tersebut.

Sementara itu, Ma'mun Rakhmatulloh, Anggota KPU Kabupaten Magelang Divisi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih, mengungkapkan dilibatkannya para sekdes dalam pemutakhiran data kali ini dengan pertimbangan sekdes adalah perangkat desa yang dianggap menguasai betul peta kependudukan diwilayahnya masing-masing. “Harapanyya setelah acara rakor ini, para sekdes memberikan dukungan dalam proses pemutakhiran data ini, dan juga memerintahkan seluruh ketua RT mendampingi PPDP dalam mendata kembali warga yang telah mempunyai hak pilih”kata Ma'mun.


Ditempeli stiker


Dalam pemutakhiran nanti, kata Ma'mun, setiap rumah warga yang telah didata akan ditempeli stiker bertulislan pemutakhiran data pemilih pemilihan presiden tahun 2009, berlogo KPU. Hal ini juga sebagai upaya agar tidak terjadi lagi pendataan ganda dan mengurangi munculnya kasus tidak terdaftarnya sejumlah warga dalam DPS, karena PPDP kurang teliti dalam mendata .

Data pemilih hasil pendataan PPDP harus disertai tanda tangan ketua RT setempat dalam formulir Model A. Data di formulir Model A inilah yang akan dijadikan acuan DPS Pilpres , dan selanjutnya diumumkan kepada masyarakat untuk dicermati.

Ma'mun juga memnghimbau kepada seluruh masyarakat dan juga para pengurus partai politik untuk segera melapor kepada PPS bila ada warga atau yang bersangkutan memang belum terdaftar dalam DPS tersebut.(***)




 
Rakor Pemutakhiran Data Pemilih Pilpres PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Media Center   
Senin, 04 Mei 2009 12:25

Kota Mungkid,kpukabmagelang.com_Dalam rangka proses pemutakhiran data pemilih sementara (DPS) pemilihan presiden, KPU Kabupaten Magelang menggelar rapat koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Magelang, di Pendopo KPU, Senin(4/5).

Rakor akan dimulai pukul. 13.00 WIB ,dengan Nara Sumber Banu Sutiaryono,Plt Sekretaris KPU  , dan Ma'mun Rakhmatulloh, anggota KPU Kabupaten Magelang Divisi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih . Sementara dari Pemka, diwakili Kabag Tata Pemerintahan Setkab Magelang ,Drs Joko Cahyono dan Kabid Kependudukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Magelang, Bambang Tumijo SH.Rapat koordinasi ini diikuti 221  sekretaris desa (Sekdes) non PNS .

Menurut Ma'mun Rakhmatulloh, rakor ini merupakan rakor kedua, setelah sebelumnya  di hari yang sama di Pendopo Setkab Magelang juga telah digelar rakor serupa dengan mengundang 151 Sekdes yang telah berstatus PNS.(***)


LAST_UPDATED2
 
Dicecar 20 Pertanyaan, Cek Silang LPPDK PKB PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Media Center   
Jumat, 01 Mei 2009 11:08

Kota Mungkid,kpukabmagelang.com_Selama hampir empat jam, Bendahara Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Magelang, Dodi Setiawan , dicecar sekitar 20 pertanyaan oleh petugas Kantor Akuntan Publik (KAP) Dra Suhartati & Rekan dari Semarang, Kamis (30/4) di ruang kerja KPU Kabupaten Magelang.

Pertanyaannnya tidak susah, hanya mereka meminta cek silang antara yang tertulis dalam LPPDK dengan bukti -bukti yang terlampir”, kata Dodi Setiawan, seusai pemeriksaaan kemarin.KAP juga meminta kejelasan perihal pemberian sumbangan dalam bentuk barang, terkait nilai barang apabila dihitung dalam nilai tukar rupiah.

Hal seperti itu katanya akan dicek kembali oleh KAP kepada si pemberi sumbangan, apakah sesuai dengan laporan atau tidak” Kata Dodi kembali.

Tak hanya itu, seusai pemeriksaan laporan keuangan itu, Dodi Setiawan masih diberi pekerjaan rumah satu bendel formulir , berisi sekitar 15 lembar, diantaranya formulir pertangunga jawaban penyusunan laporan penerimaan dan pengeluaran dana kampanye, yang harus ditanda tangani bendahara Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa.

Semua formulir itu harus dikirim kembali ke alamat kantor akuntan publik Dra Suhartati & Rekan selambat-lambatnya tiga hari setelah pemeriksaan, melalui jasa pos.Dalam pemeriksaaan laporan keuangan kemarin, sebenarnya tidak hanya PKB saja, masih ada partai lain yakni Partai Karya Perjuangan (PKP) dan Partai Matahari Bangsa (PMB).

Tidak diketahui secara jelas mengapa kedua partai tersebut tidak hadir dalam pemeriksaan laporan keuangan kemarin. Dari data yang ada diketahui baik PKP maupun PMB sesuai hasil rapat pleno penghitungan suara oleh KPU Kabupaten Magelang beberapa waktu lalu,tidak memperoleh suara yang cukup signifikan untuk dapat menempatkan calegnya duduk di kursi legislatif.

Sementara itu, petugas KAP dari Dra Suhartati & Rekan ketika dikonfirmasi menolak untuk berkomentar.(***)

LAST_UPDATED2
 
Terkait Audit LPPDK,Dua KAP Cek Langsung Ke Partai PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Media Center   
Kamis, 30 April 2009 11:26

Kota Mungkid,kpukabmagelang.com_ KPU Kabupaten Kebumen melakukan kunjungan kerja ke KPU Kabupaten Magelang, Selasa (28/4).Kunjungan mereka dalam rangka studi banding keberhasilan menyelenggarakan pemilihan umum bupati Oktober 2008 lalu.

Rombongan KPU Kabupaten Kebumen dipimpin Ketua KPU, Teguh Purnomo, didampingi Paulus Widiyantoro dan Kolid Anwar , keduanya anggota KPU ,  Budi Astuti, Kasubag TP.Mereka  diterima Plt Sekretaris KPU Kabupaten Magelang, Banu Sutiaryono, dan Kasubag Hukum ,Janarto, serta kelima anggota KPU Kabupaten Magelang di ruang rapat KPU .

Menurut Janarto seusai pertemuan itu, KPU Kabupaten Kebumen ingin bertukar pengalaman dengan KPU Kabupaten Magelang mengenai pemilihan bupati,terutama terkait  mengakomodir calon bupati dari jalur perseorangan atau jalur independen.”Mereka ingin studi banding tentang hal itu, mengingat tahun 2010, Kebumen juga akan menggelar pemilihan bupati”, Kata Janarto.(***)

 



 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

Halaman 10 dari 25